Welcome to my blog..... Terima Kasih Atas Kunjungannya ...

Maaf Midzetmu kami ubah

Saya Mencari Pengalaman
Perjuangan sesungguhnya bukan saat menginjak kaki di bangku kuliah. Tetapi saat setelah selesai menyelesaikan kuliah, benar ga? hehehe
Lanjut, Medan yang sesungguhnya ketika harus memikirkan bagaimana langkah kaki setelah semuanya berakhir dengan segelumit buku dalam bangku kuliah, Perjuangan itulah medan sebenarnya.
Hijrah ke ibukota provensi menjadi pilihan, sebut saja kota Makassar yang menjadi pilihan untuk mncari kerja, Anggapan bahwa peluang di ibukota provinsi bisa ada peluang tetapi apa yang ada. Berbeda dengan apa yang diharapkan.
Mindzet yang terbawa saat selesai kuliah adakah bagamaina mendapatkan pekerjaan. untuk itulah mejajahkan selembar kertas ijazah pada instansi yang di harapkan bisa menerima. Tetapi keadaan berbeda yang ada hanyalah penolakan.
Hadirnya penolakan itu, menjadi bagian untuk kembali berfikir bijak menyikapinya. bayangkan ketika instansi yang di harapkan bisa berkarir di tempat yang diidamkan tetapi beda dengan hasilnya.
Saya teringat kata motivator ternama ' Dalle Charnegie' Yang mengatakan hanya orang bodohlah yang berharap akan berjalan sesuai rencananya.
Kata itulah menjadi pegangan tersendiri dalam menyikapi kondisi dalam ketidak pastian itu. Jiwa yang terusik, fikiran yang tidak karuan, plus beban ekonomi harus di cukupi. Sementara rana mencari pekerjaan belum terealisasi. Yang patut disyukiri hanyalah masih ada kesempatan untuk terus berusaha tenang kemudian bergerak kembali. Alhamdulillah masih tersimpan semangat untuk mencari peluang yang ada.
Sempat berfikir ulang haruskah saya kembali ke kampung halaman. Siapa tahu disana rezekiku, tetapi jalan yang didapat masih tetap sama. Ikhlas mejalani hidup berpasrah diri pada Allah adalah jalan terbaik bagiku. Walaupun dari segi sosial beranggapan berbeda, Anda pasti tahu ketika seorang sarjana yang menghabiskan jutaan biaya kuliah. Tetapi hanya bisa kembali menganggur menjadi beban tersendiri. Tidak usah malu kenyataan sebenarnya memang seperti itu. Tetapi yang menjadi pengang bahwa putus asa untuk terus mencari jangan pernah surut.




0 Komentar untuk "Maaf Midzetmu kami ubah"

Back To Top