Welcome to my blog..... Terima Kasih Atas Kunjungannya ...

Epidemiologi DBD di Pinrang

BAB I

PENDAHULUAN

  1. LATAR BELAKANG

Dalam GBHN, dinyatakan bahwa pola dasar Pembanguan Nasional pada hakekatnya adalah pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan pembangunan masyarakat. Jadi, jelas bahwa hubungan antara usaha peningkatan kesehatan masyarakat dengan pembangunan, karena tanpa modal kesehatan niscaya akan gagal pola pembangunan kita.

Usaha peningkatan masyarakat pada kenyataannya tidaklah mudah seperti membalikkan telapak tangan saja, karena masalah ini sangatlah kompleks, di mana masih terdapatnya masalah yang berkaitan dengan kesehatan seperti yang banyak terjadi sekarang ini adalah gizi buruk, kejadian luar biasa diare (KLB Diare), kejadian luar biasa Demam Berdarah Dengue (KLB DBD) dan masalah kesehatan lainnya, dalam hal ini kami akan membahas mengenai masalah kesehatan terkait dengan kejadian penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

Kasus kematian yang merenggut nyawa banyak orang dalam setiap tahunnya karena Demam Berdarah Dengue (DBD), marak terjadi di seluruh dunia. Salah satunya di Indonesia.

Menurut Nyoman I Kandun Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan mengatakan, jumlah penderita demam berdarah secara nasional dari Januari 2005 hingga sekarang mencapai 60.238 orang, dengan angka kematian 793 orang. Hingga akhir tahun, diperkirakan jumlah penderita mendekati angka yang sama pada tahun lalu, yakni lebih 80 ribu orang. Meski telah menggalakkan gerakan pemberantasan sarang nyamuk setiap Jumat selama 30 menit, angka demam berdarah di Jakarta tetap tinggi, 19.680 orang, dengan angka kematian 77 orang.

Bukan hanya di Jakarta saja yang terserang penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), beberapa daerah di Sulawesi Selatan juga terserang penyakit DBD di anataranya Bone, Makassar, Pinrang dan wilayah Sulawesi Selatan lainnya, di Makassar sendiri juga terdapat penderita DBD, di antara penderita tersebut ada 11 pasien yang dirawat di Rumah Sakit Dr. Wahidin Sudirohusodo, pasien lainnya dirawat juga dirawat di Rumah Sakit Umum Daya dan Rumah Sakit lainnya yang ada di Makassar.

Bahkan, Pinrang termasuk salah satu dari daerah endemic Demam Berdar Dengue (DBD) Wabah penyakit demam berdarah (DB) di Kabupaten Pinrang belakangan ini cukup menonjol. Ada tren peningkata kasus Demam Berdarah di Pinrang. Kasus DBD selama empat tahun berturut-turut seperti KLB tahun 2004, ditemukan 96 kasus tanpa kasus yang meninggal, tahun 2005 terdata 101 kasus dengan satu kasus meninggal dunia, tahun 2006, ditemukan 190 kasus dan dua di antaranya meninggal, tahun 2007 tercatat 207 kasus dan mengakibatkan meninggalnya sembilan anak-anak. Angka yang terbilang besar itu menjadikan Pinrang tercatat sebagai daerah dengan stasus KLB atau Kejadian Luar Biasa selama empat tahun berturut-turut (periode 2004–2007). Khusus 2008 ini, kasus yang dilaporkan dari 12 puskesmas terdapat 102 kasus, dua di antaranya meninggal. Kemudian Maret belum ada data resminya.

Berdasarkan data yang diperoleh menyebutkan, ada lima kecamatan yang tergolong rawan DB. Kecamatan itu masing-masing Mattirobulu, Watang Sawitto, Paleteang, Tiroang, Suppa, Duampanua, dan Kecamatan Patampanua. Sementara daerah yang juga terserang DB, namun tidak masuk rawan (endemik), Kecamatan Cempa, Batulappa Lembang, Lanrisang, dan Mattirosompe.

Dari data-data di atas kita dapat menarik kesimpulan bahwa betapa pentingnya pencegahan dan penaggulangan terhadap penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Untuk itulah perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui seberapa besar masalah yang terkait dengan Demam Berdarah Dengue (DBD) dalam masyarakat agar dapat diputuskan cara yang terbaik untuk menangani masalah tersebut.

Labels: Kesehatan
0 Komentar untuk "Epidemiologi DBD di Pinrang"

Back To Top